Pages

Selasa, 22 Mei 2012

Keberhasilan Chelsea Dikecam Cruyff

Keberhasilan Chelsea Dikecam Cruyff

Achmad Firdaus - Okezone
Senin, 21 Mei 2012 18:43 wib
Johan Cruyff (Foto: Getty Images)
Johan Cruyff (Foto: Getty Images)
AMSTERDAM - Keberhasilan Chelsea menjuarai Liga Champions musim ini menuai kecaman. Adalah legenda Barcelona, Johan Cruyff yang mengaku tidak senang dengan taktik The Blues.

Chelsea sukses mencetak sejarah dengan merebut gelar perdananya di Liga Champions usai menang adu penalti atas Bayern Munich 4-3 (1-1), Minggu (20/5/2012) dini hari kemarin.

Namun, kesuksesan tersebut dikecam Cruyff yang menerapkan strategi ‘Total Football’ saat menukangi Barca. Strategi menyerang ini didapat Cruyff dari pelatihnya di Timnas Belanda, Rinus Michel.

Pelatih yang membawa Barca merebut 12 trofi selama era kepemimpinannya pada 1988-1996 ini, menilai Chelsea telah merusak nilai keindahan sepakbola dengan menampilkan taktik ‘negative football.’

Fakta bahwa Chelsea sukses menyamakan kedudukan lewat gol Didier Drogba –sebelumnya Bayern mencetak gol lewat Thomas Mueller-, itu merupakan hasil dari bola mati. Dan itu merupakan sepak pojok pertama The Blues dalam pertandingan tersebut. Selebihnya, Bayern yang lebih dominan dan selalu mengambil inisiatif serangan.

“Keberhasilan Chelsea memenangi trofi Liga Champions adalah kekalahan untuk sepakbola,” ujar Cruyff dikutip Sport 360, Senin (21/5/2012).

“Saya pribadi lebih suka tidak jadi juara ketimbang harus memainkan strategi seperti itu,” pungkas pria 65 tahun yang menjabat manejer timnas Katalonia ini.

Sebelumnya, strategi negatif Chelsea saat melawan Barcelona di semifinal juga mendapat banyak kecaman. Kala itu, Chelsea yang menumpuk pemain di lini belakang dan hanya mengandalkan serangan balik cepat sukses meraih kemenangan 1-0 di leg pertama (di Stamford Bridge) dan menahan imbang 2-2 saat bertamu ke markas Barca pada leg kedua. (acf)

"Kemenangan Chelsea Hanya Lelucon!"


"Kemenangan Chelsea Hanya Lelucon!"

Randy Wirayudha - Okezone
Selasa, 22 Mei 2012 01:33 wib
Sukses Chelsea hanya kecelakaan? (Foto: Reuters)
Sukses Chelsea hanya kecelakaan? (Foto: Reuters)
HAMBURG – Dengan nada sakit hati, media-media Jerman menghardik kemenangan Chelsea sebagai sebuah lelucon, atau bahkan keberhasilan Chelsea merengkuh trofi Liga Champions Minggu dini hari lalu, merupakan kecelakaan belaka.

Mungkin kata-kata sarkas seperti itu wajar keluar dari media Jerman yang sudah tentu membela Bayern Munich. Tapi hardikan terhadap The Blues, bukan sekedar kecaman yang subyektif, melainkan menilik dari bagaimana cara Chelsea membungkam Die Bayern.

Armada asuhan Roberto Di Matteo itu dianggap memainkan sepakbola negatif. Bahkan legenda sepakbola – Johann Cruyff juga sebelumnya menyebut bahwa kekalahan Bayern, sekaligus merupakan kekalahan sepakbola.

Dari beragam media Jerman yang mengolok-olok kesuksesan The Blues, Die Zeit, media yang berbasis di Hamburg, dengan diwakili editor olahraga, Christian Spiller adalah yang paling geram dan menyebut permainan Chelsea sebagai lelucon yang tak lucu sama sekali.

“Masalah dari kemenangan Chelsea bukan dari kenyataan bahwa mereka menang, tapi yang lebih penting lagi yakni dari cara mereka memenangkannya. Keberhasilan mereka sangat tidak layak,” ketus Spiller, seperti disadur The Telegraph, Selasa (22/5/2012).

“Lebih dari itu – kemenangan mereka hanya lelucon! Chelsea boleh saya menyebut diri mereka sendiri sebagai tim terbaik Eropa, tapi kemenangan mereka akan tertulis di sejarah sepakbola sebagai kecelakaan,” lanjutnya.

Bagaimana tidak, hampir setiap menit dari 120 menit yang dimainkan, Bayern mutlak menguasai permainan. Statistik takkan berbohong soal siapa yang bermain lebih baik. Tapi dengan kejam, Chelsea dinilai menggugurkan spirit sepakbola dengan bermain negative football.

“Selama 120 menit, Bayern Munich lebih pantas disebut tim terbaik di Eropa. Statistik berbicara obyektif, mereka melakukan 35 tendangan sementara Chelsea sembilan. Begitu pun sepak pojok yang berangka 20 banding satu. Chelsea datang ke Munich dengan hanya sedikit mengusung semangat sepakbola,” tutur Spiller lagi.

“Mereka hanya berkumpul di area kotak penalti (saat skor 1-1) dan bersantai layaknya orang tua di kursi goyang, menunggu berakhirnya pertandingan,” tuntas Spiller.
(raw)

Taktik Conte Cocok untuk Dzeko

Taktik Conte Cocok untuk Dzeko

A. Firdaus - Okezone
Rabu, 23 Mei 2012 12:25 wib
Edin Dzeko (foto: Getty Images)
Edin Dzeko (foto: Getty Images)
MANCHESTER – Edin Dzeko memiliki masa kelam pada musim ini bersama Manchester City. Menurut sang agen Dzeko kemungkinan akan hengkang dan bergabung dengan tim yang memiliki karakteristik yang pas dengan dirinya.

Meskipun berhasil membawa The Citizens meraih trofi Premier League, bukan berarti Dzeko betah di Etihad Stadium. Faktornya adalah jarangnya Dzeko tampil selama musim ini. Tercatat dari 30 kali tampil pada musim ini, Dzeko hanya 16 kali tampil sebagai starter, sisanya hanya bertindak sebagai pemain pengganti.

“Dia (Dzeko) masih memiliki kontrak yang lama bersama City dan mengakhiri musim ini dengan baik. Meskipun, kami berharap dia akan bermain banyak,” ujar Sead Susic, agen dari Dzeko, seperti disitat Football-Italia, Rabu (23/5/2012).

Sang agen juga membicarakan bahwa beberapa klub menginginkan kliennya tersebut, namun ada satu klub yang dianggap cocok untuk Dzeko, yaitu Juventus. Menurutnya, Bianconeri memiliki permainan yang pas dengan karakter Dzeko.

“Dzeko akan sempurna untuk Juve. Mungkin Roberto Mancini salah dengan jarang menurunkannya. Dia menciptakan banyak gol. Tapi saya pikir dia akan ideal untuk taktik yang diterapkan Conte,” sambungnya.

Susic juga menyesalkan mengapa pemain internasional Bosnia tersebut gagal bergabung ke beberapa klub Serie A dua musim yang lalu. Susic juga membantah kliennya bakal memilih Anzhi sebagai pelabuhan berikutnya.

“Pada saat ini Milan maupun Juve tidak bisa mendatangkannya karena banderolnya yang terlalu tinggi. Bianconeri masih tertarik, begitu juga dengan Real Madrid. Kami akan berusaha untuk menerima apa yang akan diputuskan City, kemudian baru menemukan solusi. Anzhi, saya tidak berpikir dia akan pergi ke sana,” lanjutnya.
(fir)

"Mau Jerman Hebat? Pilih Pemain Dortmund!"


Muhammad Indra Nugraha - Okezone


Hans-Joachim Watzke. (Foto: Getty Images)
Hans-Joachim Watzke. (Foto: Getty Images)
MUNICH - CEO Borussia Dortmund, Hans-Joachim Watzke, menyarankan pelatih Joachim Low agar memilih pemain bintang Dortmund dalam skuadnya untuk Euro 2012 nanti. Pasalnya, ia merasa para pemainnya akan memberikan kontribusi yang baik pada skuad Der Panzer.

Bundesliga musim ini memang menjadi musim yang hebat untuk Dortmund, pasalnya mereka berhasil mempertahankan gelar liga jerman tersebut. Tak hanya itu, mereka juga sukses menjadi juara DFB Pokal usai menghancurkan Bayern Munich dengan skor 5-2 di babak final.

Maka dari itu, tak salah bila kemudian Joachim Low memasukan pemain-pemain Dortmund dalam skuad bayangan Jerman, antara lain Mats Hummels, Sven Bender, Marcel Schmelzer, Mario Gotze dan Ilkay Goundogan.

Melihat situasi tersebut, Hans-Joachim Watzke, menilai bahwa para pemainnya pantas dibawa ke Polandia dan Ukraina bulan Juni mendatang. Namun, ia yakin bahwa Low akan membuat keputusan yang tepat dalam memilih pemainnya.

“Saya merasa akan terasa mustahil jika tidak ada pemain Dortmund dalam starting line-up di Euro Cup. Bagi saya, ini bukan isu,” ujarnya kepada Bild, Rabu (23/5/2012).

“Apabila anda keluar sebagai juara Bundesliga dan DFB Pokal, maka seseorang harus berasumsi penampilan klub akan sesuai dengan timnas. Low adalah pelatih hebat dan saya berasumsi dia akan membuat keputusan tepat," sambungnya.

Watze juga tak segan memberikan pujian kepada para pemainnya yang sukses memberikan kontribusi maksimal pada Dortmund. Bahkan, kepada Marco Reus yang baru akan bergabung bersama Dortmund di musim depan.

"Pemain seperti Hummels, Gundogan, Gotze, Bender dan Schmelzer bisa tampil di klub besar mana pun di dunia. Reus juga akan menjadi pemain keenam kami yang terpilih di timnas," pungkasnya.

Manchester United Kembali Bidik Luka Modric

Europa League,Luka Modric,Tottenham Hotspur FC v PAOK FC 
Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson dikabarkan siap untuk kembali berusaha memboyong Luka Modric dari Tottenham.

The Manchester Evening News mengabarkan Ferguson mengalihkan bidikan mereka ke Modric setelah merasa frustrasi dengan perkembangan transfer bintang Lille Eden Hazard.

Seperti yang diketahui, keberhasilan Chelsea meraih gelar juara Liga Champions dengan mengkandaskan Bayern Munich membuat mimpi Modric berlaga di kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut sirna.

Oleh karena itu, peluang bagi pemain asal Kroasia tersebut untuk meninggalkan White Hart Lane kembali terbuka, dan Manchester United diperkirakan tidak ingin kehilangan kesempatan tersebut untuk mendapatkan jasanya.

Nama John Terry Dijadikan Kode Oleh Pemain Arsenal

UEFA Champions League : John Terry, Chelsea FC v SSC Napoli 
Nama John Terry menjadi sebuah kode yang digunakan di Arsenal. Kode untuk apa? Ternyata 'John Terry' telah menjadi kode untuk wanita yang tidak menarik bagi pemain-pemain The Gunners.

Hal tersebut diungkapkan oleh kiper Arsenal Wojciech Szczesny, ia yang kembali ke Polandia untuk persiapan Euro 2012 bersama timnas, diwawancarai oleh majalah Playboy versi Polandia, dan di sanalah ia mengungkapkan hal tersebut.


"Di Arsenal, itu (nama John Terry) adalah kata lain dari wanita jelek," ungkap Szczesny.

"Jika ada seorang wanita yang tidak terlalu kami sukai, kami selalu menggunakannya sebagai kode: 'Apakah kamu melihat John Terry akhir-akhir ini?'."

“Saya merekomendasikannya, hal tersebut benar-benar bekerja!"
 

Skorsing Tiga Laga Untuk Fabio Quagliarella

Fabio Quagliarella - Juventus-Napoli

Striker Juventus itu harus membayar mahal kartu merah yang didapatnya di final Coppa Italia.

Fabio Quagliarella harus melewatkan tiga laga di turnamen domestik Italia di musim depan, menyusul kartu merah yang didapatnya saat final Coppa Italia kemarin.

Quagliarella mendapatkan kartu merah di akhir laga setelah menyikut bek Napoli Salvatore Aronica, saat Juventus dalam posisi tertinggal 2-0.

Komisi disiplin Serie A Italia pun menjatuhkan sanksi disiplin tiga laga, khusus untuk ajang Coppa Italia di musim depan.

Sanksi tersebut tidak berlaku untuk laga di Serie A, yang artinya striker Juventus itu masih boleh bermain saat kompetisi reguler berjalan.

Sementara Marco Storari dan Marco Borriello akan absen di satu laga Coppa Italia musim depan karena akumulasi kartu kuning di musim ini.